Nama : Sasgi Zamhari
NRP :
4103141045
Kelas : 1 D3
Multimedia Broadcasting B
Assalamu’alaikum
wr.wb
Yang
saya hormati ibu/bapak dosen
Serta
teman-teman yang berbahagia
Pertama-tama marilah kita panjatan puja dan puji
syukur kita atas kehadirat Allah swt. yang
telah melimpahkan nikmat dan rahmatnya sehingga kita dapat berkumpul di
sini dalam keadaan sehat wal ‘afiat.
Sholawat
serta salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada jujunjungan kita nabi besar
Muhammad saw. yang telah membawa kita dari zaman kebodohan menuju zaman ilmu pengetahuan
seperti sekarang ini.
Saya berdiri disini akan menyampaikan sebuah pidato
saya yang berjudul :
“CINTA TANAH AIRKU INDONESIA”
67 tahun Indonesia telah bangkit
dari penjajahan dengan ditandai proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada
tanggal 17 agustus 1945 untuk MERDEKA.
Setelah
itu sebagai putra putri bangsa apakah kita akan diam saja tidak melanjutkan
perjuangan, jawabnya adalah Tidak,. Maka dari itu kita sebagai mahasiswa,
marilah kita belajar, dan masuklah ke kampus dengan rajin, jangan suka bolos,
apalagi melakukan hal-hal yang merugikan gunakan waktu kita yang kosong untuk
hal-hal yang bermanfaat dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang mendukung di kampus
kita , karena apa teman-teman, karena ahli hikmah mengatakan :
Syubbanul
Yaum Rijalul Ghot
‘’Pemuda hari ini adalah pemimpin di
masa yang akan datang’’
Ini adalah bentuk wujud kecintaan kita terhadap
tanah air Indonesia karena pada nantinya
kita semua yang ada di sini adalah calon pemimpin masa depan yang
memimpin Indonesia dimasa yang akan datang. menjadi pemimpin tidak harus menjadi,
Presiden, Gubenur ataupun menjadi Bupati, akan tetapi menjadi pemimpin adalah
bisa menjadi orang yang bisa membawa kebaikan bagi orang yang ada disekitarnya,
karena dengan begitu Indonesia akan semakin baik, adil makmur dan sejahtera
sebagaimana yang di harapankan para pejuang yang telah mendahui kita.
Seperti yang kita ketahui, Indonesia
adalah negeri yang terkenal dengan keanekaragamannya. Terdapat ratusan bahkan
lebih suku bangsa yang ada di bumi Indonesia. Dari suku-suku ini kemudian
terbentuk suatu budaya yang berbeda antara satu sama lain. Akan tetepi jika
kita di suruh untuk menyebutkan buda-budaya kita, jawaban kita mungkin “bisa
dihitung dengan jari” seolah-olah sebagai penerus generasi bangsa seakan-akan
kita tidak peduli terhadap budaya kita sendiri. Padahal seharusnya kita harus
melestarikannya bukan malah mengabaikannya.
Di
era globalisasi ini budaya budaya barat sangat mudah masuk ke Indonesia. Budaya
barat ini tumbuh dan berkembang dengan pesat di Indonesia. Dan kita sebagai
generasi muda, seakan lebih menyukai budaya barat ketimbang budaya asli kita.
Kita merasa lebih Percaya Diri dan merasa lebih gaul jika meniru budaya barat.
Makanya tidak salah jika budaya kita di klaim atau di akui oleh Negara lain
seperti malaisya contohnya reog dan tari pendet. Jika memang wayang kulit salah
satu budaya yang kita miliki mengapa harus malu untuk menontonnya? Jika memang
batik itu juga bagian dari budaya kita, mengapa merasa malu memakainya?.
Sebuah pepatah mengatakan “ Hubbul Wathon Minal Imaan” Cinta
tanah air sebagian dari Iman. Maka dari itu jika kita masih merasa bahwa kita
masih memiliki iman maka dari itu wajib hukumnya bagi kita untuk mencintai
tanah air kita menjaga kehormatannya dan keutuhannya. Karena dengan begitu
Negara kita akan menjadi negara yang besar dan terhormat di mata dunia. Amin –
amin ya robbal alamin “Masa depan bangsa adalah tanggung jawab kita sebagai penerus
bangsa.
Sekian
apa yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat, kurang lebihya saya mohon maaf.
Wassalamu’alaikum wr.wb