Rabu, 08 Oktober 2014

TEKS PIDATO KEBANGSAAN DAN CINTA TANAH AIR

Nama : Sasgi Zamhari

NRP    : 4103141045

Kelas  : 1 D3 Multimedia Broadcasting B

Assalamu’alaikum wr.wb
Yang saya hormati ibu/bapak dosen
Serta teman-teman yang berbahagia
Pertama-tama marilah kita panjatan puja dan puji syukur kita atas kehadirat Allah swt. yang  telah melimpahkan nikmat dan rahmatnya sehingga kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal ‘afiat.
Sholawat serta salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada jujunjungan kita nabi besar Muhammad saw. yang telah membawa kita dari zaman kebodohan menuju zaman ilmu pengetahuan seperti sekarang ini.
Saya berdiri disini akan menyampaikan sebuah pidato saya yang berjudul :
“CINTA TANAH AIRKU INDONESIA”
            67 tahun Indonesia telah bangkit dari penjajahan dengan ditandai proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945 untuk MERDEKA.
Setelah itu sebagai putra putri bangsa apakah kita akan diam saja tidak melanjutkan perjuangan, jawabnya adalah Tidak,. Maka dari itu kita sebagai mahasiswa, marilah kita belajar, dan masuklah ke kampus dengan rajin, jangan suka bolos, apalagi melakukan hal-hal yang merugikan gunakan waktu kita yang kosong untuk hal-hal yang bermanfaat dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang mendukung di kampus kita , karena apa teman-teman, karena ahli hikmah mengatakan :
Syubbanul Yaum Rijalul Ghot
’Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang’’
Ini adalah bentuk wujud kecintaan kita terhadap tanah air Indonesia karena pada nantinya  kita semua yang ada di sini adalah calon pemimpin masa depan yang memimpin Indonesia dimasa yang akan datang. menjadi pemimpin tidak harus menjadi, Presiden, Gubenur ataupun menjadi Bupati, akan tetapi menjadi pemimpin adalah bisa menjadi orang yang bisa membawa kebaikan bagi orang yang ada disekitarnya, karena dengan begitu Indonesia akan semakin baik, adil makmur dan sejahtera sebagaimana yang di harapankan para pejuang yang telah mendahui kita.
Seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah negeri yang terkenal dengan keanekaragamannya. Terdapat ratusan bahkan lebih suku bangsa yang ada di bumi Indonesia. Dari suku-suku ini kemudian terbentuk suatu budaya yang berbeda antara satu sama lain. Akan tetepi jika kita di suruh untuk menyebutkan buda-budaya kita, jawaban kita mungkin “bisa dihitung dengan jari” seolah-olah sebagai penerus generasi bangsa seakan-akan kita tidak peduli terhadap budaya kita sendiri. Padahal seharusnya kita harus melestarikannya bukan malah mengabaikannya.
Di era globalisasi ini budaya budaya barat sangat mudah masuk ke Indonesia. Budaya barat ini tumbuh dan berkembang dengan pesat di Indonesia. Dan kita sebagai generasi muda, seakan lebih menyukai budaya barat ketimbang budaya asli kita. Kita merasa lebih Percaya Diri dan merasa lebih gaul jika meniru budaya barat. Makanya tidak salah jika budaya kita di klaim atau di akui oleh Negara lain seperti malaisya contohnya reog dan tari pendet. Jika memang wayang kulit salah satu budaya yang kita miliki mengapa harus malu untuk menontonnya? Jika memang batik itu juga bagian dari budaya kita, mengapa merasa malu memakainya?.
Sebuah pepatah mengatakan “ Hubbul Wathon Minal Imaan” Cinta tanah air sebagian dari Iman. Maka dari itu jika kita masih merasa bahwa kita masih memiliki iman maka dari itu wajib hukumnya bagi kita untuk mencintai tanah air kita menjaga kehormatannya dan keutuhannya. Karena dengan begitu Negara kita akan menjadi negara yang besar dan terhormat di mata dunia. Amin – amin ya robbal alamin “Masa depan bangsa adalah tanggung jawab kita sebagai penerus bangsa.
Sekian apa yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat, kurang lebihya saya mohon maaf.
Wassalamu’alaikum wr.wb


1 komentar:

Ukhetau mengatakan...

terima kasih atas contoh pidatonya, bisa sebagai refrensi...